Ketsueki-gata: Kepribadian Golongan Darah ala Jepang
Di Jepang, golongan darah bukan sekadar informasi medis, melainkan bagian penting dari budaya dan cara pandang hidup. Dikenal dengan istilah ketsueki-gata, kepercayaan bahwa golongan darah bisa mencerminkan kepribadian, kecocokan, bahkan etos kerja, telah memikat masyarakat Jepang selama hampir satu abad. Pertanyaan “Golongan darahmu apa?” sering digunakan sebagai pembuka percakapan, mirip dengan ramalan zodiak di dunia Barat.
Asal-usul Teori Kepribadian Berdasarkan Golongan Darah
Kepercayaan ini berawal pada tahun 1916 ketika dokter Jepang Kimata Hara menerbitkan penelitian yang mengaitkan golongan darah dengan temperamen seseorang. Gagasan ini semakin dikenal pada 1920-an, ketika militer Jepang mulai mengelompokkan tentara berdasarkan golongan darah untuk memahami kekuatan dan kelemahan mereka.
Namun, teori ini benar-benar populer setelah Takeji Furukawa, seorang psikolog, menerbitkan karya berjudul The Study of Temperament Through Blood Type pada tahun 1927. Ia bahkan mengusulkan agar tes masuk sekolah mempertimbangkan kepribadian berdasarkan golongan darah, ide yang kemudian ditolak kalangan akademisi. Meskipun sempat meredup, gagasan ini kembali populer pada 1970-an berkat Masahiko Nomi, seorang jurnalis yang menulis buku laris tentang hubungan antara golongan darah dan kepribadian.
Tulisan Nomi, meskipun tidak ilmiah, menggugah rasa ingin tahu masyarakat Jepang. Dalam dekade-dekade berikutnya, teori ini menyebar luas melalui majalah, acara TV, musik, dan anime. Hingga kini, banyak orang Jepang masih percaya bahwa golongan darah dapat menggambarkan sifat dasar seseorang.
Empat Golongan Darah dan Sifat Umumnya
Tipe A
Orang bergolongan darah A dikenal rapi, teliti, dan bertanggung jawab. Mereka peduli terhadap keharmonisan dan cenderung berhati lembut. Namun, karena sifatnya yang sensitif, mereka mudah cemas dan butuh waktu untuk terbuka kepada orang lain.
Tipe B
Golongan darah B biasanya ceria, jujur, dan penuh rasa ingin tahu. Mereka berani mengekspresikan diri dan sering dianggap unik atau sedikit egois. Di sisi lain, mereka dikenal setia, kreatif, dan santai menghadapi masalah. Mereka cenderung teman yang menyenangkan dan penuh ide baru
Tipe AB
Golongan darah AB adalah gabungan dari sifat A yang teliti dan B yang bebas. Karena langka, orang dengan tipe ini sering dianggap jenius atau misterius. Mereka rasional tapi sulit ditebak, bisa tenang satu saat lalu berubah spontan di waktu lain. Kepribadiannya yang kompleks membuatnya menarik untuk dipahami.
Tipe O
Orang bergolongan darah O dikenal percaya diri, berjiwa pemimpin, dan mudah bergaul. Mereka fokus pada tujuan besar dan punya keyakinan kuat pada diri sendiri. Tidak heran, banyak pemimpin Jepang berasal dari tipe ini. Namun, di balik ketegasan mereka, ada rasa kesulitan dalam mengekspresikan perasaan.
Pengaruh Golongan Darah dalam Kehidupan Sosial Jepang
Teori golongan darah sudah menyatu dengan kehidupan sosial Jepang. Banyak orang menggunakannya untuk menilai kecocokan pasangan, membentuk tim kerja, bahkan memilih teman. Dunia hiburan pun turut memperkuatnya, profil karakter anime dan game sering mencantumkan golongan darah, dan ramalan harian berdasarkan darah kerap muncul di televisi.
Namun, ada sisi gelap dari kepercayaan ini. Fenomena yang disebut “bura-hara” (blood type harassment) muncul ketika seseorang didiskriminasi karena golongan darahnya, baik di tempat kerja maupun sekolah. Para ahli mengingatkan bahwa stereotip seperti ini bisa membatasi kepribadian seseorang dan memicu prasangka sosial.
Pandangan Ilmiah dan Kritik
Dari sudut pandang ilmiah, teori kepribadian berdasarkan golongan darah tidak memiliki bukti kuat. Sejumlah penelitian, termasuk yang diterbitkan dalam PLOS ONE tahun 2015 tidak menemukan hubungan signifikan antara golongan darah dan sifat seseorang. Para psikolog mengaitkan popularitasnya dengan efek Barnum, yaitu kecenderungan manusia mempercayai deskripsi umum sebagai cerminan diri sendiri.
Namun, bagi banyak orang Jepang, teori ini bukan tentang kebenaran ilmiah, melainkan cara ringan untuk memahami diri dan orang lain, layaknya zodiak barat.
Masa Depan Kepercayaan Golongan Darah di Jepang
Generasi muda Jepang kini cenderung lebih skeptis. Mereka melihat ketsueki-gata sebagai tradisi budaya yang menarik, bukan dasar ilmiah untuk menilai kepribadian. Meski demikian, akar budaya ini terlalu dalam untuk benar-benar hilang.
Di masa depan, mungkin teori ini akan tetap hidup sebagai bagian dari identitas budaya Jepang,lebih sebagai tradisi sosial ketimbang kepercayaan ilmiah.
Pada akhirnya, terlepas dari apakah kamu bergolongan darah A, B, AB, atau O, yang terpenting bukan apa kata darahmu, melainkan bagaimana kamu memahami diri sendiri dan menjalin hubungan dengan orang lain.