img

Alasan Orang Jepang Jarang Pakai Sepeda Motor Padahal Produsen Terbesar di Dunia

Sepeda motor di Indonesia seperti yang kalian ketahui menjadi kendaraan atau transportasi paling mudah dijumpai. Adanya sepeda motor ini dinilai menjadi kendaraan yang efektif dan dapat menghemat waktu untuk aktivitas sehari-hari karena dapat lebih cepat sampai tujuan dibandingkan mobil. Akan tetapi berbanding terbalik jika kalian berada di luar negeri seperti Jepang. Kalian akan jarang melihat masyarakatnya mengendarai sepeda motor walaupun negara tersebut menjadi produsen sepeda motor terbesar di dunia, contohnya Yamaha, Kawasaki, dan Honda. Adapun alasan kenapa orang Jepang jarang pakai sepeda motor, antara lain:

1) Harga Motor di Jepang Cukup Mahal

Alasan pertama kenapa orang Jepang jarang menggunakan sepeda motor yakni harganya yang terbilang mahal. Untuk harga sepeda motor di Jepang berkisar antara 190.000-250.000 Yen atau Rp21-28 juta. Harga jual sepeda motor tersebut tentunya terbilang mahal bagi masyarakat Jepang yang lebih menyukai naik transportasi umum. Selain itu, harus memiliki SIM yang dimana harga pembuatannya bisa mencapai 100.000 Yen atau Rp11 Juta.

2) Biaya Pajak dan Perawatan Sepeda Motor Cukup Mahal

Selain harga jual yang cukup mahal bagi masyarakat Jepang, biaya pajak dan perawatan sepeda motor yang harus dikeluarkan juga terbilang mahal. Maka dari itu masyarakat Jepang tidak ingin menambah beban pajak tahunan yang harus dibayar.

Sebagai gambaran, untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin lebih dari 125-250 CC akan dikenakan pajak sebesar 3600 Yen atau sekitar Rp400 ribu. Ada juga biaya parkir yang harus dibayarkan setiap bulannya sekitar 4000 Yen atau sekitar Rp460 ribu.

3) Bahaya Jika Dikendarai Saat Musim Dingin

Alasan lainnya yakni mengendarai sepeda motor saat musim salju atau dingin sangat berbahaya. Pada saat musim salju atau dingin, jalanan akan membeku dan banyak lapisan es yang tidak terlihat, sehingga dapat membahayakan. Nah, sepeda motor di Jepang biasanya hanya digunakan sebagai hobi atau hiburan.

4) Mendukung Kampanye Kepemilikan SIM untuk Pelajar

Kalian harus tahu bahwa pada tahun 1970-1990, Jepang pernah mengadakan kampanye bernama "Sannaiundo" yang ditujuka untuk pelajar SMA. Maksud kampanye tersebut untuk tidak membiarkan siswa SMA mendapatkan SIM motor secara cuma-cuma. Selain itu juga tidak membiarkan pelajar SMA membeli motor, kecuali sudah memahami dan lulus tes standar keselamatan. Adapun denda bagi pelajar SMA yang mengendarai sepeda motor secara ilegal tidaklah murah.

5) Transportasi Umum yang Memadai

Alasan terakhir kenapa masyarakat Jepang jarang memakai sepeda motor yakni transportasi yang disediakan sudah cukup memadai. Pemerintah Jepang tentu selalu peduli untuk mempermudah mobilitas masyarakatnya dengan memberikan fasilitas transportasi umum contohnya Shinkansen dan kereta dengan jangkauan tempat yang luas. Selain itu harga tiket transportasi umum lebih terjangkau dibandingkan harga bensin, sehingga setiap orang dapat menggunakannya.

Itulah beberapa alasan orang Jepang jarang menggunakan sepeda motor yang bisa kalian pahami. Meskipun menjadi negara produsen sepeda motor terbesar di dunia, masyarakat tetap memiliki pertimbangan mengenai penggunaan sepeda motor dari segi keselamatan hingga sudah adanya fasilitas transportasi umum yang disediakan pemerintah. Maka dari ketika kalian sedang kerja di Jepang atau berlibur di sana, tidak akan heran lagi jika jarang menemukan kendaraan sepeda motor melintas.

Tag
#Budaya Jepang #Budaya Masyarakat Jepang #LPK Jepang #Kerja Jepang
0 Likes