img

14 Alasan Kanji Menjadi Bagian Bahasa yang Sulit

Kanji adalah simbol makna (logogram), jadi kamu harus menghafal bentuk, arti, dan bunyinya secara bersamaan. Setiap karakter umumnya punya cara baca Jepang (Kunyomi) dan Tionghoa (Onyomi) yang berubah tergantung kata yang dibentuk. Bahkan ada lebih dari 2.000 kanji standar yang harus dihafal untuk kebutuhan sehari-hari, masing-masing dengan detail garis dan urutan penulisan yang ketat.

Apa Itu Kanji?

Kanji adalah sistem aksara logografis (simbol berbasis makna) asal Tionghoa yang digunakan dalam bahasa Jepang, di mana satu karakter mewakili suatu arti atau konsep tertentu.

Kanji digunakan bersama dua sistem ejaan fonetik lainnya, yaitu Hiragana (untuk tata bahasa/kata asli) dan Katakana (untuk kata serapan asing).

Kenapa Kanji Sulit Dipahami?

Adapun beberapa alasan kanji menjadi bagian bahasa yang masih sulit dipahami, sebagai berikut.

1) Jumlah Kanji Sangat Banyak

Alasam pertama kenapa kanji dianggap sulit adalah jumlah karakter yang harus dipelajari cukup banyak. Dalam bahasa Jepang terdapat ribuan kanji, sedangkan dalam kehidupan sehari-hari pun digunakan banyak karakter yang berbeda.

Orang Jepang mulai mempelajari kanji sejak sekolah dasar dan terus bertambah hingga tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Sementara itu, pembelajar bahasa Jepang harus mempelajari kanji sekaligus dengan kosakata, tata bahasa, dan kemampuan membaca. Banyaknya karakter tersebut membuat proses menghafal membutuhkan waktu yang panjang.

Kesulitan tidak hanya terletak pada menghafal bentuknya, tetapi juga pada mengingat arti, cara baca, dan penggunaannya. Apabila seseorang jarang menggunakan kanji tertentu, karakter tersebut dapat dengan mudah terlupakan.

2) Satu Kanji Dapat Memiliki Banyak Cara Baca

Berbeda dengan alfabet yang umumnya memiliki hubungan yang lebih langsung antara tulisan dan bunyi, kanji memiliki banyak cara baca. Dalam bahasa Jepang terdapat dua jenis pembacaan utama, yaitu onyomi dan kunyomi.

Sebagai contoh, kanji 生 dapat memiliki beberapa pembacaan, seperti sei, shō, i(ru), u(mu), dan nama. Perbedaan tersebut muncul berdasarkan kata dan konteks penggunaannya.

Hal ini membuat pembelajar tidak cukup hanya menghafal bahwa 生 berarti "hidup" atau "lahir". Mereka juga harus mengetahui kapan karakter tersebut dibaca dengan cara tertentu. Bahkan bagi orang Jepang, kanji dengan pembacaan yang tidak umum dapat menimbulkan kesulitan.

3) Cara Membaca Kanji Bergantung Pada Konteks

Kesulitan berikutnya adalah sebuah kanji tidak selalu dapat dibaca hanya dengan melihat karakter tersebut secara terpisah. Pembaca harus melihat kanji yang berada di sekitarnya.

Misalnya, 生 dapat ditemukan dalam berbagai kata dan memiliki pembacaan yang berbeda. Dengan demikian, seseorang harus memahami keseluruhan kata terlebih dahulu untuk menentukan cara membaca yang tepat.

Hal ini menyebabkan kemampuan membaca kanji tidak hanya berkaitan dengan hafalan, tetapi juga dengan pemahaman konteks dan kosakata.

4) Kanji Memiliki Bentuk yang Kompleks

Beberapa kanji terdiri dari banyak goresan. Semakin kompleks sebuah karakter, semakin banyak detail yang harus diingat.

Bagi pembelajar, kesalahan kecil dalam menulis atau mengenali bagian kanji dapat menyebabkan karakter terlihat seperti kanji lain. Oleh karena itu, seseorang perlu memahami struktur karakter, komponen, radikal, serta urutan goresannya.

Kanji sederhana seperti 人 atau 山 relatif mudah dikenali. Namun, kanji yang lebih kompleks membutuhkan latihan yang jauh lebih banyak.

5) Banyak Kanji Memiliki Bentuk Hampir Sama

Kanji yang bentuknya mirip juga dapat menyebabkan kesalahan. Perbedaan satu komponen atau beberapa goresan terkadang menghasilkan karakter dan makna yang berbeda.

Sebagai contoh:

待 (matsu) = menunggu

持 (motsu) = membawa/memegang

Keduanya memiliki bagian 寺 sehingga secara visual cukup mudah tertukar bagi pembelajar.

Kesalahan seperti ini juga dapat terjadi ketika seseorang membaca teks dengan cepat.

6) Satu Kata Bisa Terdiri Dari Beberapa Kanji

Dalam bahasa Jepang, banyak kosakata ditulis dengan gabungan dua atau lebih kanji. Bentuk gabungan tersebut disebut jukugo.

Misalnya:

学 + 校 → 学校 (gakkō) = sekolah

電 + 車 → 電車 (densha) = kereta listrik

日本 + 語 → 日本語 (nihongo) = bahasa Jepang

Artinya, pembelajar tidak cukup memahami setiap kanji secara terpisah. Mereka juga harus memahami makna ketika beberapa kanji digabungkan menjadi sebuah kata.

Kadang-kadang makna gabungan tersebut tidak dapat ditebak secara sederhana hanya dari arti masing-masing kanji.

7) Ada Kanji Memiliki Makna Hampir Sama

Bahasa Jepang memiliki banyak kanji yang memiliki arti atau nuansa yang mirip. Hal tersebut dapat menyulitkan pembelajar dalam menentukan kanji yang tepat.

Misalnya, beberapa kanji dapat berkaitan dengan konsep "melihat", "mendengar", "berbicara", "menggunakan", atau "membuat", tetapi penggunaannya berbeda sesuai konteks.

Dengan demikian, memahami arti dasar sebuah kanji saja belum tentu cukup. Pembelajar juga harus mengetahui nuansa dan situasi penggunaannya.

8) Kanji Sama Artinya Bisa Beda Dalam Kata Berbeda

Makna kanji dapat berubah atau menjadi lebih spesifik ketika digabungkan dengan karakter lain.

Oleh karena itu, menghafal kanji dengan pola "satu kanji = satu arti" sering kali tidak efektif. Pembelajar harus mempelajari kanji bersama dengan kosakata dan contoh penggunaannya.

Hal ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih kompleks karena satu karakter harus dipahami sebagai bagian dari berbagai kata.

9) Kanji Nama Orang dan Tempat Sulit Dibaca

Salah satu kesulitan yang bahkan dapat dialami oleh orang Jepang adalah membaca nama orang atau nama tempat.

Nama Jepang dapat menggunakan kanji yang memiliki bacaan khusus. Terkadang, seseorang dapat mengenali karakter yang digunakan tetapi tidak yakin bagaimana nama tersebut dibaca.

Karena itu, ketika bertemu nama yang belum pernah ditemui sebelumnya, orang Jepang pun terkadang perlu bertanya kepada pemilik nama mengenai cara membacanya.

10) Jarang Menggunakan Kanji Mudah Dilupakan

Kemampuan memahami kanji sangat dipengaruhi oleh frekuensi penggunaan. Kanji yang sering dilihat dan digunakan biasanya lebih mudah diingat.

Sebaliknya, kanji yang jarang digunakan dapat terlupakan meskipun seseorang pernah mempelajarinya. Hal ini berlaku bahkan bagi penutur asli bahasa Jepang.

Misalnya, seseorang mungkin dapat mengenali sebuah karakter ketika melihatnya dalam buku, tetapi mengalami kesulitan ketika harus menuliskannya kembali tanpa bantuan.

11) Perbedaan Kemampuan Menulis dan Mengenali Kanji

Perkembangan teknologi juga memberikan pengaruh terhadap kemampuan menulis kanji.

Orang Jepang sekarang sering menggunakan komputer dan telepon pintar untuk menulis. Dengan sistem input bahasa Jepang, pengguna cukup mengetik bunyi suatu kata menggunakan alfabet Latin, kemudian perangkat akan memberikan pilihan kanji.

Akibatnya, seseorang bisa saja mengenali kanji ketika melihatnya tetapi lupa bagaimana cara menulisnya dengan tangan. Fenomena ini menunjukkan bahwa memahami kanji secara pasif dan menguasai kanji secara aktif merupakan dua kemampuan yang berbeda.

12) Kanji dan Bahasa Jepang Modern Tidak Berkaitan

Kanji pada dasarnya berasal dari karakter Tionghoa yang kemudian digunakan dan dikembangkan dalam bahasa Jepang. Selama sejarahnya, penggunaannya dalam bahasa Jepang mengalami berbagai perubahan.

Akibatnya, sistem kanji Jepang memiliki karakteristik tersendiri. Beberapa karakter digunakan dengan cara yang berbeda dari bahasa Tionghoa modern, dan bahasa Jepang juga memiliki karakter yang dikembangkan di Jepang, yang dikenal sebagai kokuji.

Hal ini membuat pembelajar tidak dapat selalu mengandalkan pengetahuan tentang bahasa atau karakter Tionghoa untuk memahami kanji Jepang.

13) Kanji Harus Dipelajari dengan Hiragana dan Katakana

Kesulitan bahasa Jepang tidak berhenti pada kanji karena dalam satu kalimat dapat digunakan beberapa sistem tulisan sekaligus.

Bahasa Jepang menggunakan:

Kanji untuk banyak kata bermakna, terutama kata benda, bagian dari kata kerja, dan bagian dari kata sifat.

Hiragana untuk berbagai fungsi tata bahasa dan kata-kata tertentu.

Katakana terutama untuk kata serapan, nama asing, dan beberapa penggunaan khusus.

Dalam satu kalimat, ketiga sistem tersebut dapat muncul secara bersamaan. Oleh karena itu, pembelajar harus memahami fungsi masing-masing sistem tulisan sekaligus.

14) Kanji Membutuhkan Hafalan dan Pemahaman

Kanji tidak dapat dikuasai hanya dengan menghafalkan bentuk karakter. Pembelajar idealnya harus mengetahui beberapa hal sekaligus:

bentuk → arti → cara baca → kosakata → konteks → cara menulis.

Jika salah satu bagian belum dikuasai, pemahaman terhadap kanji bisa menjadi tidak sempurna.

Misalnya, seseorang mungkin mengetahui bahwa 学校 berarti "sekolah", tetapi belum tentu dapat menjelaskan cara membaca setiap kanjinya ketika muncul dalam kata lain. Sebaliknya, seseorang mungkin dapat membaca sebuah karakter tetapi tidak mengetahui maknanya.

Itulah beberapa alasan yang menjadikan kanji sulit dipelajari bagi orang asing bahkan masyarakat Jepang. Bagi kalian yang pergi kerja di Jepang atau ingin tinggal di sana, bisa mulai mempelajari bahasanya dari sekarang seperti hiragana, katakana, dan kanji.

Tag
#Higlob #Kanji #Magang Jepang
0 Likes