img

Program Ikusei Shuro Pengganti Ginou Jisshuu 2027

Pemerintah Jepang mengganti program Jisshusei (Technical Intern Training Program / TITP) menjadi Ikusei Shuro (Training and Employment System) karena sistem pemagangan lama memicu banyak kritik dan dianggap sudah tidak relevan dengan kebutuhan ekonomi Jepang. Biar lebih jelas, kalian bisa menyimak penjelasan di bawah ini.

Apa Itu Ikusei Shuro?

Ikusei Shuro (Training and Employment System) adalah program visa baru dari pemerintah Jepang yang dirancang untuk menggantikan sistem pemagangan lama, Jisshusei (Technical Intern Training Program).

Berbeda dari Jisshusei yang fokus dasarnya adalah transfer keterampilan ke negara asal, Ikusei Shuro secara terbuka bertujuan untuk merekrut, melatih, dan mempertahankan tenaga kerja asing guna mengatasi krisis kekurangan pekerja akibat penuaan populasi di Jepang. Selain itu, membina dan mengembangkan tenaga kerja asing hingga memiliki keterampilan yang setara dengan pekerja berketerampilan khusus tingkat pertama atau Specified Skilled Worker (SSW) Type 1 (Tokutei Ginou 1).

Alasan Utama Pergantian Program

1) Pergeseran Tujuan dari "Transfer Ilmu" ke "Kebutuhan Tenaga Kerja"

Secara resmi, program Jisshusei dirancang untuk mentransfer keterampilan teknis ke negara berkembang. Namun pada praktiknya, banyak perusahaan di Jepang menggunakannya semata-mata untuk menutupi krisis kekurangan tenaga kerja akibat penuaan populasi (aging population). Melalui Ikusei Shuro, pemerintah Jepang secara terbuka mengakui bahwa program ini bertujuan untuk merekrut, melatih, dan mempertahankan tenaga kerja asing.

2) Mengatasi Isu Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM)

Sistem Jisshusei mendapatkan sorotan internasional karena rentan terhadap praktik eksploitasi, seperti jam kerja berlebihan (overtime tak dibayar), upah di bawah standar, hingga kondisi kerja yang tidak layak.

3) Hak Pindah Perusahaan (Job Transfer) yang Lebih Fleksibel

Pada sistem Jisshusei, peserta magang sama sekali tidak diizinkan berpindah perusahaan (tenshoku/tenseki), sehingga mereka terjebak jika mendapat perlakuan buruk. Di dalam program Ikusei Shuro, pekerja diberikan hak untuk berpindah tempat kerja setelah memenuhi kualifikasi tertentu (seperti masa kerja minimum 1–2 tahun dan lulus ujian bahasa/keterampilan).

4) Jalur Karier yang Jelas ke Tokutei Ginou (SSW)

Ikusei Shuro dirancang khusus sebagai jembatan menuju status Tokutei Ginou 1 (Specified Skilled Worker). Setelah menyelesaikan program pelatihan ini selama sekitar 3 tahun, peserta yang lolos evaluasi dapat langsung berpindah ke visa Tokutei Ginou tanpa harus memulai dari awal, sehingga dapat bekerja dalam jangka panjang di Jepang.

5) Pengawasan Lembaga Penyalur yang Lebih Ketat

Pemerintah memperketat regulasi terhadap lembaga pengawas di Jepang (Kumiai) dan lembaga pengirim (Sending Agency / LPK) di negara asal guna memangkas biaya perantara yang membebani calon pekerja dengan utang besar.

Itulah beberapa penjelasan mengenai Ikusei Shuro yang akan menggantikan program Ginou Jisshuu. Kalian bisa mempersiapkannya dari sekarang jika ingin bekerja di Jepang untuk menghadapi perubahan program kerja tersebut.

Tag
#LPK Higlob #Ikusei Shuro
0 Likes